Storia

the story begins

“Islam adalah pedoman hidup. Maka konsekuensinya setiap aspek dalam hidup kita mesti ditinjau juga dari perspektif Islam.
Boleh atau tidak, baik atau tidak menurut Islam. Makanya aneh kalau ada yang mau bicara Islam dalam masalah ibadah saja.
Apakah ketika sedang tidak beribadah dia bukan Muslim, ketika beribadah baru Muslim?”

—   Ustadz Yulian Purnama hafidzAllaahu Ta’ala (via air-sunyi)

(via 361-degree)

Setelah empat bulan lulus, ada yang di rumah, ada yang belajar, ada yang magang, ada yang sudah menyempurnakan separuh agama, dan ada pula.. yang sudah berpulang ke Rahmatullah.. 

Tentang hati /2

tiktikketik:

Ya Allah maafkan hati ini yang terlalu sering inkonsisten, terbolak-balik, dan terombang-ambing.

Ampuni diri ini yang tidak bisa mengontrol kelakuan hati ini.

Ampuni hati ini yang begitu keras di bulan ramadhan ini sehingga hati ini tidak dalam keadaan maksimal menuju Engkau.

Ampuni diri. Ampuni hati. Ampuni kami.

(Source: 361-degree)

“Sufi adalah seorang lelaki atau seorang perempuan yang telah patah hati terhadap dunia”

—   Jalaluddin Rumi (1207-1273)

“Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya! Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!
Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.””

—   Jalaluddin Rumi (1207-1273)

"Hari Pertama"

Tiba-tiba ingin menulis. Yaa, sekali-kali nulis sesuatu yang agak panjang gitu :3 Kebetulan terlintas sebuah pengalaman, gara-gara lihat foto profil Arini yang ada akunya. Hihi :3 Jadi di profpic nya Arini ada aku yang baru pertama kali pakai jilbab. Begitu :’) 

Hari itu sama sekali nggak terlintas kalau akan pakai jilbab hari itu juga. Yaa, maksudnya di awal hari pas bangun tidur nggak kepikiran bakal nantinya pakai jilbab buat seterusnya, begitu. 

Memang sih, sudah ada rencana setelah liburan semester 4 mau pakai penutup kepala. Udah persiapan beli kudung paris juga sama ciput. Tapi nggak tahu mau dipakai kapan .__. Rencananya sih mau bulan depannya lagi, biar sekalian begitu. 

Eeh tapi kebetulan sekali IMM keputrian lagi ada program “menghadiahkan jilbab”. Dan kebetulan sekali itu adalah hari jumat. Hari jumat selalu ada kajian rutin khusus buat cewek-cewek. Aku diajak sama Editha sama Firdha sama Arini, tapi biasanya nggak ikut karena belum berjilbab. Yaa, rikuh gitu sama ukhti-ukhti yang lain, nanti aku sendiri deh di sana yang pakai rambut :v

Eeh tapi kebetulan sekali hari itu Editha bawa jilbab yang mau disumbangin. Jadi kupikir kenapa tidak? Aku pinjam deh jilbab si Editha. Tapi kemudian Editha bilang, “Yaudah, Sin. Itu sekalian buat kamu aja..” 

Jadi ya, kupakai deeh. Jeng jeng  jeeeng :D 

Sempat kepikiran buat ngelepas jilbabnya pas kuliah siang. Ya kan gimana gitu tau-tau jadi beda. Hahaha. Eeh tapi kenapa nggak sekalian aja seharian ini. Yaudah deh, jadinya dipakai sampai pulang. 

Lalu besoknya… 

Kenapa nggak sekalian aja ya dipakai terus. Yaudah deh, sekalian aja besoknya pakai lagi. Kuliah libur, sih. Tapi ya sekalian aja walau jalan-jalan. 

Yaa jadi begitu deh :3 

Aah, nostalgia :’) 

Eeh tapi kebetulankah? 

.

.

Yaa, cuma mau berbagi pesan, kalau amal yang baik dengan niat yang baik pasti akan diberi jalan oleh Allah :”) 

Begitu :3 

Ngomong-ngomong sudah lama nggak menulis sebagai diri sendiri. Hehe

“Nak, perasaan itu tidak seperti satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”

—   ― novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah”, Tere Liye (via tengkuima)

(via 361-degree)

Really Made My Day

23 jam jakarta-wonosobo, ceritanya panjang.

Baru tahu ternyata se-bis sama sodara setelah sampai tujuan. Jadi kemana aja saya di terminal? 

Confession-nya si adek. 

Sampai berita yang barusan ini datang dari kosan. 

Really, really made my day!

maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

(Source: 361-degree)

winter triangle: untuk diriku yang terbiasa menunda

tiktikketik:

Untuk Diriku yang Terbiasa Menunda..!!

image

“Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko’…, selesaikan dulu pekerjaan ini. tanggung…”, dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hati ku.

padahal… :(

Mush’ab…

(Source: 361-degree)

Kusudama Morning Dew, made from Lotte Ria’s tray paper :) 
Here is the complete instruction. Give it a try and have fun! 

Kusudama Morning Dew, made from Lotte Ria’s tray paper :) 

Here is the complete instruction. Give it a try and have fun! 

(Source: pusheen)

After years and years of waiting, The Inheritance Cycle is finally complete!

Though probably the timing isn’t right, since I’ll have a test soon, and this book has nearly 1000 pages :P 

Even so, having this book has lifted my mood a bit. I was a little upset today. But then, ta daaaah~~ 

It can be difficult, but you can do it, right?? 

“don’t be proud if you win, don’t be discouraged if you lose”

—   

Wakana Ootaki 

source: http://carlenne.livejournal.com/77236.html